Kemendagri Akhirnya Akui Adanya e-KTP Palsu dari Kamboja, Modus Pemalsuan Sudah Muncul Sejak Pencalonan Independen


FAKTANEWS.NET - Terbongkarnya e-KTP palsu kiriman dari Kamboja ke Jakarta akhirnya diakui pihak Kementerian Dalam Negeri.

Melalui situs resminya kemendagri.go.id, pihak Kemendagri memberitakan tentang temuan e-KTP palsu tersebut.

Berikut kutipan berita dari Kemendagri.go.id yang dipublis pada Kamis (9/2/2017).

Kemendagri Dapatkan Lagi Informasi KTP el Diduga Palsu

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Dukcapil mendapat laporan dari Bea Cukai Soekarno Hatta mengenai adanya pengiriman barang dari Kamboja yang di dalamnya berisi KTP Elektronik.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Bea Cukai. Bahkan di arahkan bertemu langsung Direktur Kepabeaan Internasional, Ditjen Bea Cukai, Robert Marbun.

"Diinformasikan bahwa memang benar  terdapat pengiriman barang cetakan yang berasal dari Kamboja," kata Zudan, Kamis (8/2).

Barang cetakan tersebut dikirim melalui Jasa Pengiriman FEDEX melalui Bandara Soekarno Hatta. Sesuai prosedur di sana, pihak Kantor Bea Cukai kemudian melalukan pemindaian melalui XRay sehingga terlihat isinya terdapat KTP el.

Selain itu, ada juga buku tabungan dan kartu ATM serta NPWP. Karena dicurigai barang cetakan itu merupakan dokumen palsu, maka Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta menahan barang tersebut dan dilakukan pemeriksaan fisik.

"Diinformasikan oleh pihak Bea Cukai, karena ini sudah delik hukum, maka kasus ini akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya utk penanganan lebih lanjut," tambah Zudan.

Adapun barang bukti serta pelaporan oleh Pihak Bea Cukai akan dilakukan hari ini. Sedangkan untuk jumlah KTP-el yang dikirim dari Kamboja tersebut, pihak Bea Cukai belum berani menginformasikan jumlahnya.

"Untuk pengecekan dan verifikasi lebih lanjut oleh
Ditjen Dukcapil terhadap jumlah dan kebenaran dari KTP el, pihak Bea Cukai menyarankan berkoordinasi dengan polda setelah ini," ujar dia.

Zudan juga memberikan peringatan kepada pihak yang terlibat atas dugaan pemalsuan KTP el untuk keperluan Pilkada. Pertama, kata dia sistem pengawasan di TPS berlapis. Dan penggunaan KTP el atau Suket hanya di satu jam terakhir pemungutan suara.

"KTP palsu ini tidak bisa digunakan untuk memilih di tps. Bagi pemilih yang belum terdaftar dalam DPT, mereka baru bisa mencoblos di satu jam terakhir," kata dia.

Selain itu, pada 15 Februari nanti dinas dukcapil daerah juga siap melayani cek NIK KTP dari TPS. Bila ada yang dicurigai palsu, maka segera kirimkan dokumen tersebut via 'whatsapp' dan dalam dua menit, dukcapil langsung memberikan kepastian kepada petugas TPS.

"Pilkada akan lebih berkualitas dan pemalsuan KTP el bisa dicegah bila KPU mau menggunakan card reader yg saat sudah banyak dijual," tutup dia.


Sebelumnya, melalui akun resmi twitternya (@Kemendagri_RI) Kemendagri menyatakan modus pemalsuan KTP ini sudah muncul sejak pencalonan paslon perseorangan (independen) untuk kejar jumlah dukungan.

"3.Hasilnya, data yg digunakan adalah data milik org lain, namun diganti dengan foto satu orang yg sama. @DukcapilKDN @tjahjo_kumolo"

"4.Mendagri @tjahjo_kumolo menegaskan bahwa KTP-el palsu tsb bukanlah produk @DukcapilKDN. Diduga pemalsuan ini terkait dgn Pilkada serentak."

"5.Menurut Mendagri modus pemalsuan KTP ini berulang.Hal ini sdh muncul sjk pencalonan paslon perseorangan utk kejar jmlh dukungan."

OHHH YANG DULU KOAR-KOAR KUMPULIN 1 JUTA KTP? YANG AKHIRNYA GAK JADI NYALON INDEPENDEN?

Subscribe to receive free email updates: