Rachma: Mengapa Jokowi Begitu Alergi Dengan Aksi Damai Para Ulama?


FAKTANEWS.NET - Terlihat dengan jelas pemerintahan saat ini begitu alergi dengan aksi damai 2 Desember mendatang, atau dikenal dengan aksi 212.

Hal ini terlihat dari safari Polri yang tanpa malu-malu masuk ke ormas Islam dan pesantren-pesantren untuk melarang aksi damai ini.

"Ada apa dengan Jokowi. Sebegitu alerginya dengan aksi 212 sampai menuduh aksi ini memecah NKRi, anti keBhinnekaan bahkan sampai menuduh Makar, nauzubilahi min dzalik! Bahkan sebelumnya datang sepasukan combaten bak situasi darurat perang," kata tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 26/11).

Selain itu, ungkap Rachma, sejumlah tokoh juga menjadi target operasi dan dikriminalisasikan karena bersikap oposisi terhaap penguasa. Belakangan, polisi yang menjadi alat kekuasaan pun menjadi tukang gebuk kepada setiap orang yang dicurigai. Polisi mulai mulai reaktif.

"Anehnya waktu demo lepas kodok, lepas monyet dan berbagai teatrikal yang menggambarkan ketidak becusan dan keburukan rezim Jokowi di depan Istana, kok polisi diam, Tapi begitu demo para ulama bersama para tokoh aksi damai 411 dan 212 nanti rezim penguasa seperti kebakaran jenggot," ungkap Rachma.

Saat ini, sambung Rachma, garis demarkasi pun makin jelas. Genderang perang sudah ditabuh oleh Kapolri Tito Karnavian  dan Surya Paloh, dengan mengatakan  "makar dan lawan."

"Jadi siapa yang makar terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI? Ingat kata Bung Karno, Mahkamah sejarah yang akan menentukan," demikian Rachma.

Sumber : rmol

Subscribe to receive free email updates: