Bikin Merinding! Lima Aksi Demonstran 4 November yang Membuat Decak Kagum


FAKTANEWS.NET - Demonstrasi besar 4 November telah berakhir. Meski sempat diwarnai sedikit kericuhan, namun aksi tersebut menuai banyak simpatik. Hal itu tak terlepas dari kesandaraan demonstran dan penggerak massa yang ingin agar unjuk rasa menuntut Ahok diproses hukum ini berjalan dengan damai. Berikut lima aksi simpatik para demonstran.

1. Demonstran Memunguti Sampah

Ribuan massa aksi bela Islam terlihat berbondong-bondong melintasi Tugu Tani dan berjalan menuju Masjid Istiqlal. Massa aksi tersebut terus bergerak dari Jalan Menteng Raya menuju Masjid Istiqlal dengan melewati Jalan Ridwan Rais.

Ribuan massa tersebut tak henti-hentinya meneriakan takbir, bershalawat serta menyuarakan yel-yel yang berisi desakan agar Ahok ditangkap. Namun di sela-sela perjalanan, sebagian dari massa tersebut terlihat memungut sampah-sampah yang ada di sekitaran jalan yang mereka lewati.

"Dari awal sudah diintruksikan buat mungutin sampah. Karena aksi damai diupayakan sedamai mungkin," kata salah seorang peserta Aksi asal Karawang Barat, Rois kepada Republika.co.id, Jumat (4/11).

Dai kondang sekaligus pimpinan pondok pesantren Darut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym juga tak mau ketinggalan mengikuti aksi bersih-bersih sampah ini. Ia sengaja terlambat memulai aksi. Ia terlambat karena ingin memunguti sampah-sampah massa aksi bela islam II. Terlihat Aa Gym bersama santri Daarut Tauhid memunguti sampah sepanjang jalur aksi.

Aa Gym baru memulai aksi pukul 15.00 WIB, memberikan jarak dari massa inti sekitar 150 meter. Aa Gym berorasi “Maju darut tauhid maju, jangan sisakan satu sampah. Mari kita ikut bergerak.”

2. Shalat Ashar Berjamaah di Tengah Demonstrasi
Massa dari berbagai organisasi melakukan shalat Ashar disela aksi damai di depan kantor Balaikota Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4\11).
Puluhan ribu massa Aksi Bela Islam II menghentikan sejenak demonstrasinya setelah kumandang azan Ashar. Mereka melaksanakan shalat ashar berjamaah di lokasi demo.

Pantauan Republika.co.id di Jalan Merdeka Utara atau area Istana Presiden, orator menghentikan orasinya saat kumandang azan Ashar telah tiba. Massa aksi dengan sendirinya bergegas untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Meski mereka kesulitan untuk mendapatkan air guna keperluan wudhu', tidak mengurangi niatnya untuk melaksanakan ibadah. Air minum mereka gunakan untuk berwudhu'.

Di sela-sela shalat Ashar, sebagian massa aksi juga ada yang memanfaatkan untuk istirahat. Adapula yang terus mengumandangkan takbir.

Demonstrasi yang dilakukan puluhan ribu umat Muslim di Ibu Kota Jakarta, sempat dihentikan sejenak untuk melaksanakan shalat Ashar. Puluhan ribu pendemo segera mengambil wudhu' dan melaksanakan shalat berjamaah secara bergantian.

Di sisi lain, dua orang polisi yang bertugas menjaga keamanan di sekitar Istana Presiden menjadi ma'mum dengan salah satu massa aksi sebagai imamnya.

Pemandangan tersebut berada di Jalan Veteran ke arah Medan Merdeka Utara. Mereka kompak satu tujuan beribadah kepada Allah SWT. Pemandangan tersebut seolah tidak ada situasi yang memanas antara polisi dan massa aksi. Polisi dan massa aksi layaknya sahabat yang saling melindungi.

3. Ambulans dan Makanan Gratis Buat Para Demonstran
Posko yang menyediakan charge handphone, makanan dan minuman gratis.
Ambulans swadaya masyarakat, lembaga dan swasta diterjunkan di beberapa titik aksi unjuk rasa guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian darurat, misalnya untuk penanggulangan demonstran pingsan.

"Ambulans dari pihak kami diterjunkan ke 10 titik lokasi unjuk rasa 4 November," kata operator ambulans milik Lembaga Amil Zakat Al Ihsan (Lazis) Edi Junaidi saat ditemui di area luar Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat(4/11). Dia mengatakan ambulans dari Lazis berada di bawah koordinasi Jakarta Amanah yang bertujuan membantu penanganan medis demonstran jika diperlukan.

Ambulans dari Lazis, kata dia, juga membantu mendistribusikan makanan dan minuman gratis untuk demonstran. Makanan dan minuman itu, kata dia, diperoleh dari dermawan yang bersimpati terhadap aksi unjuk rasa 4 November.

Lazis, kata dia, tidak asal menerima bantuan konsumsi tanpa dicek terlebih dahulu. Pihaknya memastikan makanan dan minuman tersebut aman, tidak beracun ataupun mengandung obat bius.

Berdasarkan pantauan, sejumlah ambulans swadaya masyarakat juga bersiaga. Di antaranya ambulans dari Azzikra, Tata Motors, Andalusia Islamic Center, Baabul Jannah dan lainnya.

4. Demonstran Bershalawat Bersama
Tokoh masyarakat Arifin Ilham bersama berbagai organisasi masyarakat melakukan longmarch aksi damai di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (4\11).
Ustaz Arifin Ilham mengikuti unjuk rasa bersama demonstran lainnya yang tergabung dalam sejumlah organisasi Islam untuk menuntut pelaku dugaan kasus penistaan agama segera diproses hukum.

Berdasarkan pantauan,  Pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra ini tampak menaiki mobil komando saat melintas di depan Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.

Ustaz Arifin Ilham membacakan shalawat beserta beberapa orang yang berada di mobil komando tersebut. Pengunjuk rasa pun juga ikut membacakan shalawat dan mengambil foto saat Arifin Ilham melintas. Sementara itu, suasana di sekitar Gambir mulai lengang karena pengunjuk rasa sudah bergerak menuju Istana Negara.

Sejak Kamis (3/11) sore, sejumlah massa dari luar Jakarta sudah tiba di Ibu Kota dengan titik kumpul di Masjid Istiqlal.
Massa tersebut bergabung dengan sejumlah ormas Islam melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat (4/11) guna menuntut Bareskrim Polri mempercepat proses hukum Ahok atas kasus dugaan penistaan agama.

5. Membentangkan Bendera Merah Putih
Seorang demonstran mengibarkan bendera dalam aksi dalam aksi 4 November di Jakarta, Jumat (4/11).
Salah satu hal yang tak kalah unik dan menarik dari demonstrasi kemarin adalah aksi para demonstran yang membentangkan bendera merah putih besar di Jalan Merdeka Selatan.

Dari video yang diunggah di media maya tampak bendera tersebut terbentang hingga puluhan meter dengan lebar sejalan raya.

Selain itu, tak sedikit para demonstran lain yang ikut mengibarkan bendera indonesia dengan ukiran biasa. Bendera tersebut menunjukkan bagaimana nasionalisme para demonstran.

Sumber : republika

Subscribe to receive free email updates: