Galangan Dana Kampanye Ala Amerika, Makan Malam Dengan Ahok Ditarif Rp 40 Juta?


FAKTANEWS.NET - Ahok punya cara ekstrem untuk menggalang dana kampanye. Yaitu, dengan membuat acara makan malam berbayar bersama Basuki Tjahja Purnama. Harga tiketnya, dipatok mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 40 juta. Hmmm kira-kira siapa yang mau ya...

Rencana itu disampaikan Anggota tim penggalangan dana kampanye Ahok-Djarot, Michael Sianipar. Dia mengatakan, acara bertajuk 'Dinner with Ahok' itu meniru cara yang dilakukan calon pemimpin di Amerika Serikat.

"Jadi kalau Pak Ahok bilang sih waktu itu pernah ke Amerika dan sistemnya seperti itu seorang politisi kalau mau maju (pemilihan umum). Mereka mengumpulkan dana kampanye dari masyarakat. Kumpul-kumpul bikin acara baik makan malam, makan siang untuk dimasukkin ke dana kampanye. Nah di Jakarta kita bikin aja gala dinner," ujar Michael kepada wartawan, kemarin.

Dirincikan Michael, acara dinner with Ahok itu akan berlangsung pada 13 Desember mendatang di Ballroom 2, JS Luwansa Hotel Jakarta. Harga tiketnya bervariasi. Mulai dari Platinum (satu meja bersama Ahok) yang dijual Rp 40 juta, Gold (meja berada satu baris dengan meja Ahok) Rp 15 juta dan Silver (meja biasa) Rp 3 juta.

Berapa target dana yang dikumpulkan? Michael mengatakan tim tidak mematok capaian target tertentu. "Kita target sebanyak-banyaknya. Kalau bisa gala dinner kumpulkan Rp 500 juta ke rekening dana kampanye itu bagus," kata Michael.

Selain itu, Michael mengatakan acara makan malam bersama Ahok hanya salah satu bagian cara untuk menggalang dana kampanye. Cara lainnya yang dilakukan oleh tim yakni penjualan tiket nonton bareng Ahok, penggalangan dana lewat website resmi hingga penjualan merchandise.

Menanggapi itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Syafuan Rozi mengatakan ide kampanye menggalang dana dari rakyat cukup baik. Harapannya, nanti ketika terpilih tidak ada 'hutang budi' terhadap donatur politik.

"Masalahnya, siapa yang mau keluarkan uang Rp 40 juta," ujar Syafuan kepada Rakyat Merdeka. "Tapi ini pembelajaran yang baik," tambahnya.

Publik dunia maya juga terkekeh melihat rencana tim Ahok yang menjual tiket hingga Rp 40 juta hanya untuk makan barena Ahok. "Haha.. yang beli tiket akal-akalan udah jelas para taipan reklamasi...orang kampung boro-boro bisa beli. Ndengerin aja bingung tiket makan kok 40 jt... dibeliin warteg dapat sama warungnya" cuit @syaif69 dilaman komentar berita detikcom, kemarin. "jelas kalangan menengah ke atas yg mampu beli hahaha," timpal @ghilll.

Ternyata, ada juga netizen yang berujar siap merogoh kocek Rp 40 juta demi mendukung Ahok. "Pesannya di mana ya? saya mau yang 40 juta, kan saya mendukung pak Ahok jadi gubernur DKI," cuit @jelita. pptungan

Dukungan rencana dinner berbayar pun mengalir. "Salut cari dana dari masyarakat..!! Daripada sebelumnya rata-rata calon bisanya buat nyagub & biaya kampanye dari hasil korupsi rampok apbd uang rakyat? Sejarah ber-demokrasi..!!," cuit @herusantoso584.

Di satu sisi, yakni pasangan Ahok di Pilkada Jakarta: Djarot Saiful Hidayat justru sempat dihadang warga anti-Ahok saat blusukan di Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat, kemarin. Di tengah kampanye, beberapa warga muncul menghadang safari cawagub petahana itu.

Penghadangan itu terjadi saat Djarot hendak melanjutkan kampanye ke RW 05, Petamburan, Jakarta Pusat. Meski dihadang, Djarot mencoba mendekati warga namun ditahan polisi, demi keamanan.

"Saya warga sini, kami menolak pendukung penista agama," teriak warga yang mengenakan peci putih sambil maju. Namun langkah pemuda tersebut ditahan oleh sejumlah petugas. Sontak, Djarot menjawab teriakan tersebut. "Siapa itu?" tanya Djarot sambil mendekat. Namun Djarot dicegah oleh polisi yang berjaga agar tak terjadi keributan.

Menurut kepada polisi, Djarot pun memilih meninggalkan lokasi dan melanjutkan kampanye menyalami pasar Pejompongan dan Petamburan. Djarot melanjutkan kampanye ke RW 7 hingga 12 Petamburan dan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Sumber : rmol

Subscribe to receive free email updates: