Dikabarkan Siap Bergabung Dengan Koalisi Jokowi, Gerindra Tegaskan Tetap Diluar Pemerintahan Bersama Rakyat


FAKTANEWS.NET - "Gerindra Siap Gabung dengan Pemerintah" demikian judul berita di media online pada Senin (21/11) kemarin yang cukup membuat publik terhenyak.

Berikut kutipan berita:

Partai Gerindra siap bergabung dengan pemerintah jika Presiden Joko Widodo menghendaki. Hal ini sesuai dengan sikap Prabowo Subianto yang selalu siap membantu Presiden, meski Partai Gerindra berada di luar pemerintahan.

Kesiapan Gerindra ini sejalan dengan kemesraan yang kerap ditampilkan Prabowo bersama Jokowi dalam sejumlah pertemuan yang dilakukan keduanya. Sejak dilantik sebagai Presiden, Jokowi sudah enam kali bertemu Prabowo. Terakhir, Kamis 17 November lalu, Prabowo bertemu di Istana Merdeka sebagai balasan kunjungan Presiden Jokowi ke Bukit Hambalang, 31 Oktober lalu.

"Sesuai statement Pak Prabowo jelas bahwa beliau dan Gerindra selalu siap untuk membantu pemerintahan Joko Widodo demi kepentingan bangsa dan negara. Artinya Gerindra akan siap juga masuk dalam pemerintahan Jokowi-JK," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono kepada Rimanews, Senin (21/11/2016).

Menurut Arief, bergabungnya Gerindra ke pemerintahan bukan sesuatu yang tabu, mengingat selama ini Prabowo di setiap pertemuan dengan internal partai selalu mengingatkan agar kadernya jangan menjadikan pemerintah sebagai rival, melainkan sebagai partner kerja.

Jika kemudian Gerindra benar-benar diajak bergabung bersama pemerintah, kata dia, partainya juga akan menyiapkan kader terbaik untuk mengisi posisi di kabinet.

"Kalau Pak Joko Widodo menawarkan bergabung kami akan sambut dengan baik dan kami sangat hargai. Ini bukan hal yang mudah nantinya bagi kader-kader Gerindra yang akan diminta Presiden membantu di kabinet, sebab tantangan bangsa Indonesia makin hari ke hari makin berat dalam segala bidang," jelasnya.


***
Pernyataan "Gerindra Siap Gabung dengan Pemerintah" yang disampaikan Waketum Gerindra Arief Poyuono ini langsung dibantah oleh Gerindra.

Melalui akun twitter resminya, Partai Gerindra menyatakan:

"Hingga saat ini @Gerindra masih konsisten berjuang untuk rakyat dari luar pemerintahan. Tidak ada indikasi bergabung ke koalisi pemerintah."

"Keputusan bukan diambil oleh perorangan. Jika dikatakan oleh perorangan, belum jelas kebenarannya."

"Satu suara waketum belum tentu mewakili keseluruhan suara @Gerindra. Masih ada ketua umum, sekjen, dan 11 waketum lainnya."

Demikian cuitan akun official @Gerindra tadi malam menanggapi serbuan pertanyaan dari publik netizen terkait berita bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintahan Jokowi.

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: