Menghemat Uang Rakyat, KPK Bagusnya Dibubarkan Jika Hadapi Ahok Saja Takut


FAKTANEWS.NET - Aktivis kemanusiaan, Ratna Sarumpaet, kembali mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran tak kunjung menggelar perkara terkait dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Padahal, Ratna menilai, beberapa kasus di Jakarta seperti kasus reklamasi, pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, dan pembelian lahan Cengkareng, seharusnya cukup untuk menyeret Ahok sebagai tersangka.

“Kalau dalam pemahaman saya sebagai orang yang ikut melaporkan dan memahami barang-barang bukti bahwa dia juga menandatangani rekomendasi, ya iya lah (Ahok tersangka),” tutur Ratna, dikutip dari netralnews, Senin (3/10).

KPK bubarkan saja, gak ada manfaatnya selain habiskan anggaran negara yang berasal dari uang rakyat!

Ratna menjelaskan, beberapa kali Ahok diperiksa sebagai saksi dalam kasus-kasus itu hingga lebih dari 10 jam, namun Ketua KPK, Agus Rahardjo, selalu berdalih dengan mengatakan tidak ada niat jahat dari Ahok dalam kasus-kasus tersebut.

“KPK ini kinerjanya untuk Ahok tidak jelas. Terus si Ahok sudah dua kali diinterogasi lebih dari 10 jam tapi tidak ada hasilnya,” ungkapnya.

Lebih jauh Ratna pun berharap agar KPK segera menggelar perkara kasus yang melibatkan Ahok agar ada kepastian hukum buat masyarakat dan Ahok. Namun hal itu tidak dilakukan KPK, karena itu dia beranggapan Agus gagal memberikan kepastian hukum kepada publik tentang status Ahok.

“Lalu benar tidak ditemukan, sudah dia bilang selesai, dibubarkan gitu. Tapi untuk menuju ke situ dia kan harus gelar perkara. Dia tidak bisa cuma mengatakan tidak ditemukan niat jahat. Oh tidak bisa gitu genit-genit si Agus. Lah ya gak bisa, itu bukan jawaban. Dia tidak bisa menjawab tidak ditemukan. Emang dia siapa?,” pungkas Ratna.

Sumber : eramuslim

Subscribe to receive free email updates: