Soal Munir, Kontras: Yang Bertanggung Jawab Presiden Saat Ini, Bukan SBY


FAKTANEWS.NET - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dipertanyakan pasca menanggapi pernyataan resmi Presiden SBY terkait dokumen Tim Pencari Fakta kasus kematian aktivis HAM Munir Said Thalib.

Pasalnya, LSM yang dipimpin Haris Azhar itu memuji mantan Presiden dan sebaliknya mengkritik Presiden Joko Widodo  karena dinilai tidak reaktif terhadap penanganan kasus kematian Munir.

“Dalam kasus Munir, yang merasa atau melihat saya atau @KontraS memuji SBY dan kritik Jokowi, mungkin anda yang terlalu Jokower,” kicaunya lewat akun Twitter @haris_azhar Rabu malam.

Karena itu dia meminta para pihak yang mengkritiknya tersebut untuk mengecek catatan kritis yang disampaikan Kontras kepada SBY saat berkuasa.

“Dalam kasus Munir, yang merasa atau melihat saya atau @KontraS memuji SBY dan kritik Jokowi; ingat hari ini Presidennya Jokowi. bkn SBY,” tegasnya.

Dia menyatakan demikian karena penuntasan kasus tersebut menjadi tanggung jawab negara. “Siapa Presidennya? dia-lah yg bertg jawab,” demikian Haris Azhar.

Sebelumnya, Haris menjelaskan Kontras secara organisasi berterima kasih kepada pemerintahan SBY dan Tim Kabinetnya yang sudah menjelaskan secara kronologi proses penanganan, capaian dan kerja kerasnya untuk mengungkap kasus kematian Munir pada Selasa siang (25/10).

Dia berharap pernyataan SBY yang menyiratkan kasus Munir belum sepenuhnya tuntas bisa menjadi cambuk bagi pemerintahan Jokowi untuk kembali mengungkap kebenaran kasus ini.

“Pernyataan itu adalah sinyal kuat bahwa pemerintahan hari ini tidak boleh berpangku tangan untuk mendiamkan dan seolah-olah bingung harus berbuat apa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, SBY memang menekankan selalu ada pintu untuk mencari kebenaran jika masih ada yang menganggap keadilan sejati dalam kasus tersebut belum terwujud. Karena itu, dia mendukung langkah-langkah Presiden Jokowi jika memang akan melanjutkan penegakan hukum. “Jika memang ada yang belum selesai,” tandasnya.

Sumber : rmol

Subscribe to receive free email updates: