Khatib Diawasi Jika Khutbah Bawa Politik, Eh Djarot Pakai 'Modus' Sholat Subuh Keliling Buat Kampanye


FAKTANEWS.NET - Bulan lalu, akun twitter @TemanAhok membuat postingan kepada pengikutnya untuk mau menyebarkan jika diketemukan atau mendengar ada tokoh Islam yang berceramah politik di mesjid.

“Khutbah berbau orasi politik? silahkan laporkan ke sosmed. lengkap dgn lokasi dan nama yaa.. let all know,” tulis @temanAhok relawan yang dibentuk untuk mengumpulkan KTP.

Pada Pilpres 2014 lalu juga, PDIP intruksikan kadernya untuk mengawasi khutbah jumat.

Dikutip dari Suara-Islam.com, Lewat akun berita PDIP di twitter @news_pdip, pada Kamis, (29/5/2014), William Yani yang juga anggota DPRD DKI Jakarta ini menginstruksikan kepada kader dan pendukung Jokowi pada saat Sholat Jum’at untuk memantau penceramah.

Tidak hanya itu, William Yani yang seorang Kristiani ini meminta para pendukung Jokowi membawa alat perekam saat ceramah sholat Jum’at berlangsung.

Namun kini, kader PDIP yang mendampingi Ahok sebagai cawagub di Pilkada DKI 2017, Djarot Syaiful Hidayat, malah melakukan 'modus' kampanye dengan mengadakan sholat shubuh keliling kampung-kampung.

Jelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017, Djarot mengatakan, ingin berbaur dengan warga Jakarta khususnya yang berada di kampung-kampung. Caranya, dengan melaksanakan shalat bersama warga.

"Kita sudah tawarkan Salat Subuh keliling, Salat Jumat keliling, Salat Magrib keliling dari kampung ke kampung," ujar Djarot di Jalan Batu, Gang Arab, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (5/12016).

Salah seorang netizen berkomentar,

"Ini salah satu ketidakkonsiatenan demokrasi, disatu sisi khatib diawasi jika khotbah bawa politik, lah ini sholat jamaah di gunakan sebagai alat politik.", tulis akun facebook Alghi Fari Smith.

Sumber : eramuslim

Subscribe to receive free email updates: