Ketika FPI Bantu Korban Banjir Tak Digubris dan Jika Demo Dicap Anarkis ?


FAKTANEWS.NET - Ketika bencana alam menimpa Kabupaten Garut Jawa Barat, hampir setiap sudut lokasi bencana dipenuhi oleh para relawan dari Front Pembela Islam yang berjibaku dengan kondisi dan lokasi yang penuh dengan lumpur serta masih beresiko akan terjadi bencana susulan.

Bahkan sebuah foto yang menampilkan bagaimana wartawati yang mengenakan jilbab, dan dari salah satu stasiun televisi “milik” Surya Paloh terpaksa hanya bisa diam terpaku sambil melipat tangannya dan memegang mik reporter yang bertuliskan stasiun televisi tempatnya mengabarkan berita.

“Memang selama ini jika menyangkut yang namanya FPI bila berada di lokasi bencana ataupun sedang melakukan bantuan kepada umat muslim seperti di lokasi penggusuran Kampung Ikan Aquarium beberapa waktu lalu, jangan harap deh, akan diberitakan,” ujar Darwis tersenyum.

Darwis menambahkan, perlakuan media akan berbeda jika ada sedikit saja celah yang bisa dimanfaatkan oleh media untuk memberitakan FPI yang kategorinya merugikan masyarakat pastilah segera dimuat lengkap dengan namanya.

Dari penelusuran pembawaberita.com jika hari ini, Jumat (14/10/2016) akan ada longmarch dan demo besar-besaran oleh umat muslim terkait dengan desakan kepada kepolisian agar segera memperkarakan Ahok akibat pelecehan dan penistaan terhadap ayat Al Quran, di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Namun oleh media ternyata yang dijadikan kambing hitam justru nama FPI, sementara dari informasi yang diterima oleh redaksi pembawaberita.com justru yang hadir bukan hanya dari FPI, namun juga dari FBR, ada juga dari Ormas Pejuang Merah Putih milik Ki Kusumo, lalu masih banyak lagi ormas dan juga anggota masyarakat dari korban gusuran juga ikut bergabung.

“Kan aneh media-media mainstream itu, kenapa cuma nama FPI saja yang disebut ?” Ujar Darwis yang sebenarnya mengerti jika selama ini FPI selalu dikategorikan jahat beda dengan kelompok seperti “Majelis Rasulullah”.

Namun Darwis mengingatkan jika FPI dan Majelis Rasulullah sebenarnya memiliki tujuan yang sama, karena ingin menegakkan Islam.

“Kalau kamu berbeda pendapat dengan ormas lainnya yang santun, kemungkinan mereka akan mundur dan membiarkan anda dengan pendapat anda walaupun tidak sesuai dengan Islam,” ujar Darwis lalu melanjutkan, “Namun beda jika tidak sesuai dengan Islam ketika anda berhadapan dengan FPI saya pastikan dia tidak akan mundur.”

Maksud Darwis disini, jika ada yang lembut, namun ada juga yang keras, namun tujuannya sama, menegakkan Islam sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.

“Saya rasa kalau mereka nulis umat Islam demo gak papa, karena memang yang tidak terima dengan mulut Ahok menistakan Al Quran memang umat Islam, dan bukan hanya FPI.” Pungkas Darwis yang juga salah satu tokoh muslim muda dari Malut yang sudah berkiprah di Jakarta sejak beberapa tahun lalu.

Sumber : pembawaberita

Subscribe to receive free email updates: