Habib Rizieq: "Polisi Silahkan Pilih, Ikut PAPA (Penguasa Pendukung Ahok) atau Ulama?"


FAKTANEWS.NET - Ketika tersisa beberapa hari lagi untuk pelaksanaan aksi demo damai umat Islam di Istana Negara, rupanya benar-benar membuat rasa khawatir sebagian warga, khususnya dari etnis Tionghoa yang trauma kejadian lama. Dari beberapa sumber pembawaberita, mengatakan jika jumlah penumpang keluar negeri dari teman etnis Tionghoa, sejak beberapa hari lalu memang meningkat. Khusunya ke Singapura.

Namun keresahan itu dijawab oleh petinggi tokoh Islam dan ulama, yang memberikan jaminan jika persoalan ini hanya seseorang yang bernama Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, dan bukan masalah, suku, etnis ataupun agama yang dianut oleh Ahok.

Habib Rizieq Syihab sendiri dalan berbagai postingannya, baik melalui akunsosmed FBataupun Twitter, selalu mengingatkan agar pihak kepolisian mau segera menangkap sumber masalahnya, Ahok.

“Bukti jelas, saksi jelas, laporan polisi dari berbagai penjuru kantor polisi di nusantara sudah dimasukkan dan mengakibatkan bukan lgi sebagai isu nasional namun sudah Internasional,” ujar Habib Rizieq yang tetap tidak mundur mengharapkan “Keajaibn” agar pihak kepolisian mau segera meproses dan menahan Ahok.

Sikap “lembek” polisi (Kapolri) mengambil keputusan untuk menahan Ahok, ditengarai adanya para sekumpulan “Papa” yang menghambat dan menekan pihak kepolisian.

“Polri ditekan Papa (Penguasa pendukung Ahok), agar tidak menangkap Ahok.

(Disatu sisi) Polri didorong oleh ulama dan umat islam, agar segera tangap dan proses Ahok,

Polri harus memilih : Ikut Papa atau ikut Ulama…..???!!!” Tulis Habib Rizieq.

Tidak hanya sekali Habieb menurunkan meme dan postingan yang menyoroti dan membandingkan penanganan pihak kepolisian terhadap dirinya ketkika dilaporkan ke Kepolisan.

Habib memang pernah ditangkap oleh pihak kepolisian ketika FPI bentrok dengan salah satu ormas yang mendukung kegiatan Ahmadiyah di Monas beberapa tahun silam, walaupun Habib sendiri tidak berada di TKP, menyindir kepolisian.

Agar pelaksanaan kegiatan aksi dapat berjalan dengan lancar dan juga tidak mengganggu proses kegiatan masyarakat, Habib menyarankan agar sekolah, kampus dan kantor-kantor untuk tutup. Bahkan Habib menyarankan agar mereka mau ikut aksi, dan habib juga menyarankan kepada anggota TNI dan Polri yang masih perduli Al Quran dan Ulama agar mau ikut terjun dan terlibat langsung dalam aksi direncanakan pelaksanaanya pada tanggal 4 November nanti.

Bahkan Habib juga menginstruksikan agar kedua ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, harus ikut turun bersama-sama dalam aksi tersebut. Yang akan dimulai usai Shalat Jumat di Mesjid Itiqlal menuju ke Istana Negara.

“Kepada NU dan Muhammadiyah, sebagai ormas Islam Pendiri NKRI ayo ikut aksi bersama umat Islam Bela Agama dan Negara,” seperti yang tertulis dalam sebuah gambar yang posting melalui akun @Syiharizieq.

Sumber : pembawaberita

Subscribe to receive free email updates: