Akbar Tandjung: Novanto Harusnya Ingatkan Ahok Minta Maaf Bukan Justru Membelanya


FAKTANEWS.NET -  Akbar Tandjung menyayangkan sikap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Sebagai orang dekat, Akbar mengatakan seharusnya Novanto mengingatkan Ahok minta maaf kepada umat Islam. Bukan malah membelanya.

"Menurut saya Novanto sebagai orang yang dekat dengan Ahok seharusnya meminta Ahok untuk meminta maaf dan bukan justru membela kesalaannya," ujar Akbar yang juga mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini di Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Pembelaan Novanto menurut Akbar justru akan membuat umat Islam tersakiti. Ahok, ujar politisi senior ini, jelas tidak memahami bahwa apa yang dikatakannya salah dan oleh karena itu Novanto harus mengingatkan.

"Kalau saya dekat dengan seseorang yang melakukan kesalahan yang menyinggung perasaan masyarakat banyak, maka saya justru akan bicara kepadanya agar meminta maaf atas kesalahannya dan bukan membela kesalahannya, terlebih hal ini menyangkut agama," tambahnya.
Akbar sendiri menegaskan akan mencari waktu untuk bicara dengan Novanto terkait hal ini. Dirinya mengakui didatangi akar rumput partai politik yang mengharapkan agar Partai Golkar mengevaluasi dukungannya pada Ahok.

"Saya rasa tidak pantas lah Ahok bicara seperti itu. Novanto harus bilang ke Ahok, kamu tidak pantas bicara seperti itu karena akan membuat masyarakat tidak tenang, lebih baik minta maaf saja. Saya akan cari bicara dengan Novanto," ujar Akbar yang juga aktivis angkatan 66 ini.

Lebih lanjut Akbar yang juga mantan Ketua DPR di era reformasi ini juga mengingatkan Ahok akan peran DPR dalam menghilangkan kata asli dalam syarat sebagai presiden harus orang indonesia asli dalam UUD 45.

"Kita sudah menghilangkan kata asli, artinya kita menghormati kemajemukan. Para pendiri bangsa juga begitu.Indonesia majemuk dari segi keturunan, suku, agama dan memberikan kesempatan yang sama termasuk bidang politik untuk semua warga negaranya. Kalau kami saja bisa menghormati keberagaman, masak Ahok yang menikmati hasilnya saja tidak bisa?," tandasnya.

Mengaku belum melihat langsung rekaman pernyataan Ahok yang katanya menghina Islam, namun Akbar mengatakan bahwa dari yang diketahui dan membaca berbagai informasi dia mengatakan nampaknya Ahok memang telah salah menyampaikan sesuatu yang bukan menjadi wilayahnya.

Sumber : teropongsenayan

Subscribe to receive free email updates: