Ahok Diyakini Segera Tersangka, Jubir Tim : Kita Tunggu Pengumuman Resmi Polri


FAKTANEWS.NET - Budayawan Betawi Ridwan Saidi meyakini Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri akan menetapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka kasus penistaan agama. Penetapan tersangka sebelum aksi besar-besaran pada tanggal 28 Oktober 2016 mendatang.

Karena itu pula, ia menyarankan PDI Perjuangan untuk mencari pengganti Ahok sebelum nantinya peluangnya tertutup setelah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPUD DKI Jakarta pada 24 Oktober 2016. Sebab jika sudah ditetapkan sebagai paslon, maka tidak bisa digantikan dengan nama lain.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat, Miryam S Haryani, menyatakan, apapun informasi yang berkembang di masyarakat akan diterima sebagai masukan.

Namun ia menekankan bahwa dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, pihak yang berhak dan yang lebih tahu mengenai hal itu adalah kepolisian. Oleh sebab itu Tim Pemenangan Ahok-Djarot akan menunggu proses hukum yang berjalan di kepolisian.

“Bagi kami, semua diterima sebagai informasi dan masukan. Persoalan itu yang berhak dan lebih tahu adalah pihak kepolisian sehingga kita akan menunggu sikap resmi dari pihak yang berwenang saja,” jelas Miryam dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/10).

Disampaikan, apa yang disuarakan publik pihaknya tidak akan mempermasalahkan. Dengan catatan, apa yang disuarakan tersebut tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) dan tidak berbai Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Masih soal pernyataan Ridwan Saidi, pihak Tim Pemenangan sebagaimana dikatakan Miryam tidak terbiasa memutuskan sesuatu berdasarkan asumsi atau pengandaian. Baginya, kemungkinan dan pengandaian tidak bisa dijadikan patokan.

“Kami tidak terbiasa memutuskan sesuatu beradasarkan asumsi atau pengandaian, semua serba mungkin dan serba seandainya sehingga yang begitu tidak bisa dijadikan patokan, kita hormati proses hukum yang sedang berjalan perkara kedepan seperti apa kita tunggu pengumuman resmi Polri,” demikian Miryam.

Sumber : aktual

Subscribe to receive free email updates: