Presiden Filipina Duterte Pernah Perintahkan Membom Masjid dan Membunuh Muslim


FAKTANEWS.NET - Anggota regu tembak bayaran Filipina bernama Edgar Matobato mengungkapkan bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte pernah memerintahkan langsung untuk membom masjid dan warga Muslim Filipina pada tahun 1993, saat itu Duterte menjabat sebagai Wali Kota Davao Filipina.

Pernyataan Matobato disampaikan saat memberikan kesaksian dihadapan senat Filipina Kamis (16/9/2016), untuk membantu penyelidikan soal dugaan praktik pembunuhan di luar hukum dalam kampanye anti-narkoba yang sudah menewaskan 3.140 orang sejak Duterte dilantik dua bulan lalu.

Seperti dilansir cnnindonesia.com, Matobato merupakan anggota Unit Pasukan Bersenjata Warga Daerah (Cafgu) hingga Duterte menjabat sebagai Wali Kota Davao pada 1998 dan merekrutnya untuk bergabung dengan “Lambada Boys,” regu tembak beranggotakan tujuh orang yang menjalankan serangkaian pembunuhan di luar hukum atas perintah langsung dari Duterte.

Matobato menyatakan bahwa Duterte sendiri yang mengunjungi timnya untuk menginstruksikan serangan itu. Dalam kesaksian itu, Matobato menjawab “ya” ketika ditanya apakah dia berada di ruangan yang sama dengan Duterte ketika pria berusia 71 tahun ini memerintahkan pengeboman masjid. Matobato kemudian mengakui bahwa ia yang meluncurkan Granat ke Masjid Bangkerohan.

Sumber : islamedia

Subscribe to receive free email updates: