FMI: Usaha Memisahkan Masjid dengan Politik Itu Program Lama Sekulerisme


FAKTANEWS.NET - Fungsi masjid sejatinya bukan hanya sekedar tempat ritual peribadatan, akan tetapi lebih dari itu, Rasulullah SAW sebagai kepala negara sudah mencontohkan bahwa penyelenggaraan negara Madinah dilakukan dan dipusatkan di masjid.

"Jadi yang mengatakan masjid dilarang mengurus urusan politik kenegaraan menandakan orang tersebut tidak paham mengenai konsep masjid sebagaimana yang dipraktekan Rasulullah SAW dan mengindikasikan orang tersebut penganut sekularisme," ujar Ketua Front Mahasiswa Islam, Ali Alatas kepada Suara Islam Online, Sabtu (17/9/2016).

Menurutnya, yang tidak boleh dilakukan di masjid adalah praktek politik kotor. "Seperti korupsi, lobi-lobi jahat, jual beli kebijakan, yang justru sering dipertontonkan oleh pejabat-pejabat di Indonesia," katanya.

Ali menambahkan, usaha memisahkan antara masjid dengan urusan politik kenegaraan sebenarnya menjadi program lama sekularisme, yakni memisahkan agama dan urusan publik.

"Selain sudah difatwakan haram oleh MUI, pemikiran sekularisme itu inkonstitusional dan bertentangan dengan Pancasila, karena dalam negara Pancasila tidak pernah ada pemisahan antara agama dengan urusan kenegaraan," jelas Ali.

Sumber : suara-islam

Subscribe to receive free email updates: