'Sidang Rakyat' Warga Tolak Dan Melawan Ahok


FAKTANEWS.NET - Kebencian masyarakat Jakarta terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kembali diperlihatkan. Hal ini diwujudkan oleh masyarakat eks gusuran Kalijodo, Jakarta Barat dan warga yang bertahan hidup di kolong tol Cawang - Pluit, Jakarta Utara yang menyelenggarakan acara publik bertajuk `Sidang Pengadilan Rakyat untuk Ahok`.

Acara pengadilan rakyat tersebut berlangsung di bawah Tol Cawang-Pluit, Jl. Kepanduan Dua, Tambora, Jakarta Barat. Pengadilan rakyat ini digelar selama 3 hari berturut-turut yakni Jumat, Sabtu dan Minggu. Untuk Jumat acara dimulai pada pukul 13.30-17.00 WIB sementara Sabtu-Minggu digelar mulai pukul 09.30-17.00 WIB.

Layaknya sidang di peradilan umum maka pada acara ini juga digelar beberapa agenda yakni pembacaan surat dakwaan, keberatan dan putusan sela yang dilakukan pada hari Jumat (5/8/2016). Sementara pada hari Sabtu (6/8/2016) sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan bukti-bukti dan saksi. Sidang akan dibuka kembali pada Minggu (7/8/2016) dengan agenda pemeriksaan ahli-ahli, pemutaran video, pendapat masyarakat dan Puusan Majelis Hakim.

"Acara ini merupakan salah satu bentuk perlawanan rakyat yang dihinakan oleh Ahok melalui perangkat hukum dibawah otoritasnya." ujar Edysa Girsang, peserta sidang kepada Harian Terbit, Jumat (5/8/2016).

Menurut Eq sapaan akrab Edysa, saat ini rakyat Jakarta sudah bulat untuk tidak akan memberikan mandat kepada Ahok yang akan maju kembali pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Oleh karena itu dengan aksi-aksi perlawanan dan penolakan terhadap Ahok dalam Pilgub 2017 nanti, maka rakyat sudah cerdas dan paham bahwa Ahok bukanlah figur yang cinta terhadap tanah air dan bangsa Indonesia.

"Tapi Ahok cinta terhadap kepentingan para pengembang-pengusaha kaum pemodal," tegas Eq yang merupakan Ketua Umum Badan Relawan Nusantara (BRN).

Lebih lanjut Eq mengatakan, sidang Pengadilan Rakyat di kolong tol area Kalijodo akan berlangsung dari tanggal 5 - 7 Agustus 2016 sehingga dihimbau seluruh warga Jakarta yang cinta terhadap demokrasi dan kemerdekaan rakyat Indonesia untuk turut serta hadir dalam acara persidangan rakyat tersebut.

"Mari kita seluruh rakyat Jakarta dan yang tergusur oleh Ahok untuk berkumpul dan membangun persatuan perlawanan terhadap siapapun yang telah melecehkan demokrasi rakyat Indonesia. Tetap semangat dan bersatulah untuk kemerdekaan rakyat Indonesia," tutupnya.

Sumber : harianterbit

Subscribe to receive free email updates: