Haris Azhar Pegang Catatan Impor 1,4 Juta Ekstasi, Kalau Dikeluarkan Bikin Geger


FAKTANEWS.NET - Koordinator Koalisi Anti Mafia Narkoba Usman Hamid menanyakan tindaklanjut putusan Mahkamah Agung mengenai impor 1,4 juta butir ekstasi dari Tiongkok ke Jakarta tahun 2013 silam.

Usman meragukan jika hanya sekelas Sersan Mayor Supriadi yang telah divonis pengadilan hanya pelaku tunggal. Usman mendasarkan pernyatannya pada putusan MA.

Di putusan tersebut, kata Usman, disebutkan peredaran narkobatersebut tidak hanya sekadar dari satu tangan ke tangan lainnya. Namun itu adalah perpindahan barang dari satu otoritas ke otoritas lainnya yakni dari Tiongkok ke Indonesia.

“Apakah mungkin seorang Serma mengoperasikan dari Tiongkok ke Indonesia tanpa ada keterlbiatan petinggi negara,” kata Usman di Warung Daun, Cikini, Jakarta Sabtu (6/8/2016).

Menurut Usman, penting untuk melakukan penelusuran apakah impor barang tersebut melibatkan atasan Supriyadi di TNI. Pasalnya barang tersebut dikirim menggunakan alamat koperasi Primkop Kalta Bais TNI di Kalibata, Jakarta Selatan.

“Apakah ditelusuri oleh BNN keterlibatan petinggi dari Serma Supriyadi yang bekingi penyelundupan itu? jika iya bagimana hasilnya? jika tidak bagaimana,” kata Usman.

Usman mengungkapkan sebenarnya Koordinator KontraS Haris Azhar masih memiliki catatan-catatan terkait pengiriman tersebut. Itu akan dikeluarkan jika situasi sudah kondusif.

“Haris Azhar masih menyimpan data -data lebih jauh. Dia menunggu sampai situasi kondusif,” kata Usman.

Sementara itu bekas Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal (Purn) Benny Mamoto mengatakan pihaknya tidak menemukan unsur keterlibatan dari pihak lain selain Supriadi. Kata Benny, Supriadi membantu mendatangkan barang tersebut karena diberi kemudahan.

Menurut penuturan Benny, si pemohon tidak menjelaskan barang yang diimpor adalah 1,4 juta ekstasi tapi aquarium bekas.

“Karena Supriadi sendiri mengatakan ‘saya tidak tahu isinya apa karena dari pemohon isinya adalah filter aqurium, busa busa dan isinya memang itu’. Tapi di tengah-tengah itu diselipkan narkoba. Levelnya hanya Supriadi karena dia yang proses dan dia yang buat laporan,” kata Benny pada kesempatan yang sama.

Sumber : tribunnews

Subscribe to receive free email updates: