Turki Mempertanyakan Reaksi Internasional atas Serangan di Bandara Istanbul


FAKTANEWS.NET - ISTANBUL, Sang presiden Turki telah menghimbau dunia untuk mengambil sikap yang lebih tegas dalam merespon terorisme setelah sebuah serangan bom bunuh diri tiga lapis yang menewaskan puluhan orang di Bandara internasional Ataturk di Istanbul, Selasa (28/6) malam.

Recep Tayyip Erdogan menghimbau seluruh dunia untuk melihat bahwa targetnya bisa saja “London, Berlin, Chicago”, ditengah dugaan bahwa respons internasional nyaris tak terdengar.

Para pemimpin dunia telah menulis kecaman atas serangan tersebut di Twitter, dan sekretaris jendral PBB Ban Ki-moon menyebut pelaku ‘serangan teroris’ harus diadili.

Tapi yang lain menyebut bahwa reaksinya akan jauh lebih besar andai insiden ini terjadi di bandara transportasi yang sama sibuknya di Eropa Barat.

Dari akun twitter Anna Todd @imaginator1dx mengunggah gambar yang mengkritik sikap dunia yang berbeda.

“Saya sungguh sedih mengetahui adanya serangan di Istanbul, Turki. Gambar ini sungguh menyedihkan, tapi sungguh tepat.”

Dari akun twitter Sam Rumbelow @rumbelow12:

“Mengapa serangan di Istanbul tidak mendapatkan reaksi yang sama seperti Paris dan
Brussels”

Dari akun twitter Kara Trecy @kara87:

“Saya telah menyadari adanya perbedaan reaksi yang signifikan. Paris/Brussels/Orlando dukungan besar diberikan dari seluruh dunia. Reaksi Istanbul terlihat jauh lebih kecil”

Dari akun twitter Adam Radwanski @aradwanski :

“Dapat diprediksi, saya tahu, tapi sebuah serangan terhadap Istanbul tentunya menghasilkan sebuah reaksi yang relative lebih sunyi di bagian dunia yang ini.”

Dalam sebuah pernyataan tertulis pasca serangan tersebut, yang telah membunuh setidaknya 44 orang dan melukai 239 lainnya, presiden Erdogan menyebut bahwa dunia harus lebih bersatu untuk “memerangi terorisme bersama”.

Dia menyebut: “bom yang meledak di Istanbul hari ini (28/6/2016) bisa saja meledak di kota manapun, di bandara manapun di dunia,” sebutnya. “Saya ingin setiap orang untuk memahami bahwa, bagi teroris, tak ada bedanya antara Istanbul dan London, Ankara dan Berlin, Izmir dan Chicago. Kecuali kita semua bersatu sebagai semua Negara dan semua orang, dan memerangi terorisme bersama, semua kemungkinan yang tak berani kita pikirkan sekarang dapat menjadi kenyataan.”

David Cameron menulis bahwa ia “tersentak atas serangan di #Istanbul malam ini.” “Semua doa dan pikiran tertuju bagi mereka yang terkena dampak,” sebutnya.

Menteri luar negeri Inggris, Phillip Hammond, menyebut kementeriannya “siap menolong”, menambahkan bahwa ia “terkejut dengan serangan di Istanbul”.

Di Amerika Serikat, kandidat calon presiden dari kedua partai mengeluarkan pernyataan mengenai serangan ini. Hillary Clinton menyebut ini “hanya memperkuat pendirian kita untuk mengalahkan kekuatan terorisme dan jihadisme radikal di seluruh dunia”, sementara Donald Trump menyebut bahwa ini menunjukkan AS “harus melakukan semua yang kita mampu untuk meningkatkan keamanan kita untuk menjaga Amerika tetap aman”.

Subscribe to receive free email updates: