Sering Jelekan Islam, Ayah Tentara Muslim AS Meng-Skakmat Trump : "Anda Tak Berkorban Apapun"


FAKTANEWS.NET - Berbagai kritikan terhadap calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, muncul dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat, namun seorang bapak tentara Muslim yang meninggal dalam tugas, yang mendapatkan sambutan paling besar.

Khizr Khan, ayah Humayun Khan meninggal dalam tugas di Irak menyebut Trump yang berjanji akan melarang Muslim masuk ke Amerika, "tidak berkorban apa pun" untuk negaranya. Khan mengatakan kepada pendukung Demokrat putranya mengorbankan hidupnya untuk menyelam atkan hidup orang lain bersama tentara lainnya. Bila kondisinya dikendalikan Trump, kata Khan, putranya tidak akan pernah tinggal di Amerika.

Pidato Khan ini disinggung lebih dari 84.000 kali di Twitter, antara lain oleh akun atas nama Nate Goldman yang menyebutkan, "menyusul pernyataan Khan ini, mesin pencari Google dengan kata-kata pendaftaran pemilih meningkat."

Sejumlah akun lain termasuk Keith Olbermann yang menulis, "Saya merasa terhormat berasal dari negara yang sama dengan Khizr Khan," dan John Podhoretz yang menulis, "Pidato Khizr Khan akan membuat kelompok Trump marah karena di dalam lubuk hati mereka malu."

Dalam pidatonya, Khan juga menanyakan ke Trump apakah dia "bahkan pernah membaca konstitusi Amerika Serikat" dan menawarkan untuk meminjamkan buku UUD yang ia miliki. Ia tampil dalam Konvensi Partai Demokrat, DNC, di Philadelphia Kamis malam waktu setempat, di arena yang sama Hillary Clinton menerima pencalonannya.

"Malam ini kami mendapatkan kehormatan untuk berdiri di sini sebagai orang tua Kapten Humayun Khan dan sebagai Muslim Amerika yang patriotik dengan kesetiaan yang tak bisa ditawar lagi untuk negara," kata Khan yang tampil bersama istrinya.

Humayun meninggal akibat bom mobil pada 2004 pada usia 27 tahun. Khan mengatakan, sangat ironis, "tidak mengorbankan apa pun dan siapa pun."

"Donald Trump secara terus menerus menjelekkan karakter Muslim," tambahnya.

Khan mengacu pada usulan Trump untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan Amerika Serikat untuk menghentikan aliran imigran dan juga usulan larangan masuk Muslim ke negara itu.

"Apakah Anda (Trump) pernah membaca Konstitusi Amerika Serikat. Saya dengan senang hati akan meminjamkan. Dalam buku ini, coba cari kata-kata 'kebebasan' dan "perlindungan yang sama' di muka hukum," kata Khan.
"Anda pernah berkunjung ke pemakaman (militer) Arlington? Pergilah dan lihat kuburan patriot pemberani yang meninggal dalam membela Amerika Serikat. Anda bisa lihat (kuburan) dari berbagai agama, gender dan ras."

Sebelumnya, dalam pidato melalui video, Hillary Clinton mengatakan para tentara seperti Humayun Khan yang meninggal dalam tugas adalah putra-putra "terbaik Amerika."

"Bila ada Donald Trump, dia tidak akan berada di AS," kata Khan

"Kita tidak akan menyelesaikan masalah kita dengan membangun tembok dan memicu perpecahan," kata Khan yang mendapatkan sambutan paling besar dalam acara DNC Kamis malam atau Jumat (29/07) dini hari WIB.

Khan, konsultan hukum yang lahir di Pakistan, pindah ke Amerika Serikat dengan keluargaya pada tahun 1980. Partai Demokrat memusatkan pada tema keragaman dan kebersamaan dalam kampanye. Kubu Demokrat menuduh Trump memicu perpecahan termasuk dengan rencananya membangun tembok di perbatasan Meksiko dan larangan Muslim masuk AS.

Dalam pidato terakhirnya di DNC, Hillary Clinton yang akan menghadapi Trump dalam pemilihan presiden bulan November mendatang, mengatakan Trump "ingin memecah kita dengan seluruh dunia dan satu sama lain."

Trump membalas melalui Twitter bahwa pidato itu tidak bisa menangani "ancaman dari (kelompok) Islam radikal sehingga mantan menteri luar negeri itu tak pantas memimpin Amerika Serikat.

Sumber : bbc

Subscribe to receive free email updates: