Ngebet Jadi Presiden, 'Kartu Mati' Ahok Sama PDIP


FAKTANEWS.NET - Ingatkah kita pada pengakuan Zeng wei jian, salah satu tim sukses Fify-Yugo, Fify adik ketiganya Ahok yang kalah telak di Pilkada Pangkal Pinang. Dalam pengakuannya yang tercatat di blognya, Zeng wei jian menulis, “Ahok ingin jadi Presiden. Ahok minta aku bikin blue-print strategi presidency.”

Ahok ingin menjadi Presiden RI, Dengan segala aksi kontroversialnya, yang menarik justru kartu mati Ahok menjadi Presiden adalah PDIP, mengapa?

Ahok bisa saja dengan ‘karakter’ kontroversialnya, dia mampu menarik perhatian publik, namun pembangunan karakter kontroversial tersebut juga akhirnya menimbulkan dampak ketidaksukaan di publik.

Ahok memiliki rencana untuk mendapingi Jokowi pada Pilpres 2019, dan selanjutnya berharap maju menjadi capres pada 2024.

Hitungan yang terlihat sistematis, namun apakah bisa sesuai keinginan dan rencana yang dibuat; semua itu terletak pada sosok Jokowi dan PDIP.

PDIP bisa menjadi kartu mati bagi Ahok, kalau ternyata Ahok akhirnya memilih jalur politik partai Golkar dalam PilGub DKI 2017, karena dengan PDIP mencalonkan calon Gubernur selain Ahok pada Pilgub DKI Jakarta, bisa menjadi ‘blunder’ bagi Ahok kedepan.

Ada kemungkinan justru calon jagoan PDIP pada pilgub DKI Jakarta yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.
Artinya Ahok mau tidak mau, harus ‘memaksakan diri’ dipilih oleh PDIP menjadi calon Gubernur DKI Jakarta kalau tidak, maka kursi impiannya untuk mendapingi Jokowi pada pilpres 2019 akan diambil alih oleh calon gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh PDIP.

Hal inilah yang mungkin menjawab diamnya Ahok seolah masih menunggu kepastian pinangan dari PDIP.

Ahok menganggap PDIP masih menjadi ‘kunci’ suksesi dirinya dengan Jokowi pada 2019, maka dapat dikatakan kartu mati Ahok menjadi Presiden adalah PDIP.

PDIP saat ini menjadikan arena pilgub DKI Jakarta sebagai standar penilaian elektabilitas calon yang diusungnya pantas atau tidak maju pada pilpres 2019 berpasangan dengan Jokowi.

Ahok pun seolah memilih jalur perseorangan, dengan harapan masih terbuka hubungan yang baik dengan PDIP kedepannya; karena anggapan Ahok menjadi calon dari partai Golkar akan menjadi ‘bumerang’ politik bagi ahok kedepannya.

Sumber : lingkaran

Subscribe to receive free email updates: