Menteri Vokal Diganti Publik Kecewa, Fadli Zon: Yang Disampaikan Rizal Ramli Suara Rakyat


FAKTANEWS.NET - Berbagai kalangan menyatakan kekecewaan atas pergantian beberapa menteri yang kritis, vocal, cerdas, dan selalu menyuarakan aspirasi rakyat, seperti Rizal Ramli. Apalagi kinerja dan programnya bagus, dan selama 11 bulan  menjabat Menko Kemaritiman telah mencapai banyak prestasi.

Di sisi lain, reshuffle kabinet jilid II sebagai tindakan yang dianggap terlalu murah bagi seorang presiden, terlalu dipaksakan, dan sarat kepentingan politik. Salah seorang yang menyayangkan digantinya menteri  vokal itu Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

"Saya menyayangkan menteri-menteri yang vokal seperti Rizal Ramli diganti. Selama ini apa yang disampaikan beliau soal reklamasi dan lainnya, merupakan suara rakyat dan untuk kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi," kata Fadli Zon kepada wartawan di Gedung DPR RI Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai apa yang dilakukan Rizal Ramli, terutama dalam masalah reklamasi sudah sangat benar. "Apa yang dilakukan Pak Rizal Ramli mengenai reklamasi itu sudah benar. Jadi nanti kalau ada perubahan yang drastis dari kebijakan menko sebelumnya ya harus kita tolak," tegasnya.

Dicopotnya Rizal Ramli, mantan Ketua DPR Marzuki Alie hanya mengatakan, “Ahok dilawan,” kata Marzuki melalui Whatsapp, Rabu (27/7).

Sebelumnya Rizal mengucapkan terimakasih kepada rakyat Indonesia atas dukungannya selama ini dalam membantu pemerintahan Jokowi-JK. “Saya berterimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia. Terimakasih, untuk membantu tugas saya selama ini untuk bangsa dan negara. Dan saya tetap mendukung pemerintah,” ujar Rizal Ramli.

Terpisah, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Asep Djembar Muhammad menilai kepemimpinan Rizal Ramli selama 11 bulan menjabat telah mencapai banyak prestasi. "Saya kira 11 bulan Pak Rizal Ramli banyak sekali hasil yang dicapai, dan prestasi beliau sangat bagus selama ini," katanya di Jakarta, Rabu.

Hal sama dikatakan Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim, Agung Kuswandono mengemukakan, Rizal Ramli memiliki kinerja dan program bagus. "Kinerjanya baik, programnya baik," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan hasil perombakan kabinet (reshuffle) jilid ke-2 di Istana Merdeka, Rabu (27/7/2016). Sejumlah menteri ada yang diganti dan ada yang digeser ke posisi yang baru.

Pahlawan

Dihubungi terpisah, pengamat politik Zulfikar Ahmad juga menyayangkan digantinya menteri vocal dan berkinerja bagus seperti Rizal Ramli dan Menhub Ignasius Jonan.

“Kedua menteri ini kinerja dan programnya sangat bagus.  Kepemimpinan Rizal Ramli selama 11 bulan menjabat telah mencapai banyak prestasi.  Begitu juga dengan Jonan yang konsisten dengan faktor keselamatan transportasi dan membela angkutan rakyat,” kata Zulfikar.

Namun, dosen di sebuah perguruan tinggi ini meminta Rizal Ramli dan Jonan terus berkarya terhadap bangsa. “Pak Rizal meski akhirnya Anda harus kalah dengan Ahok dan para cukong karena akhirnya Anda yg ditendang dari kabinet. Namun bagi kami  Anda adalah pahlawan bagi rakyat, rakyat nelayan, khususnya Jakarta Utara. Pak Rizal, dimana pun Anda  berada, harus terus suarakan kebusukan penguasa negeri ini,” ujar Zulfikar.

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi saat dihubungi menegaskan dalam reshuffle ini terlihat jelas kepada siapa Jokowi berpihak. "Rakyat jangan pernah berharap pada Jokowi, aslinya makin jelas kelihatan keberpihakannya kepada konglomerat, orang-orang kaya," ujar Uchok kepada Harian Terbit di Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Uchok mengatakan akan ada perlawanan rakyat kepada pemerintah. "Hanya gerakan rakyat yang bisa menghentikan reklamasi, sebab reklamasi akan tetap jalan," bebernya.

Terpisah, anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang, menilai reshuffle kabinet jilid II sebagai tindakan yang dianggap terlalu murah bagi seorang presiden.
"Saya melihat reshuffle kali  ini terlalu murah bagi presiden untuk melakukan reshuffle. Kita tidak melihat adanya hal yang betul-betul bisa mengubah ke arah yang lebih bagus," kata Junimart di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016.

Ia mencontohkan Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang baru saja masuk ke dalam kabinet, tapi sudah dicopot dari jabatannya. Ia mempertanyakan masa jabatan menteri yang begitu singkat.

"Ini ada apaan, kok terlalu murah sekali. Jadi janganlah uji coba, janganlah buat bargaining. Saya terus terang merinding ini ya, ini jadi apa, what happened. Apa mau dibawa main-main semua ini?," kata Junimart.

Kepentingan Politik

Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P. Tamsir menyatakan, reshuffle jilid II lebih di dominasi oleh kepentingan politik. Semestinya reshuffle bukan sekedar ajang bagi-bagi kursi kekuasaan, tetapi bagaimana terjadi perbaikan kinerja pemerintahan untuk kesejahteraan rakyat.

"Reshuffle beberapa menteri kabinet yang baru saja diumumkan Presiden Jokowi diharapkan dapat menunaikan amanah dengan baik dan mampu bekerja secara maksimal demi perubahan ke arah yang lebih baik," ujar Mulyadi kepada Harian Terbit di Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Sumber : harianterbit

Subscribe to receive free email updates: