Kasus Sumber Waras, BPK Yakinkan Presiden Ada Penyimpangan Sempurna Dan Kerugian Negara


FAKTANEWS.NET - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Eddy Mulyadi Soepardi telah meyakinkan kepada Presiden Jokowi bahwa ada penyimpangan yang sempurna terkait pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemda DKI Jakarta.

Dalam sebuah video yang didapatkan , Eddy dengan jelas menyatakan bahwa ada kerugian negara karena penyimpangan.

‎"Saya juga di istana ditanya, saya katakan, audit investigasi itu sudah selesai dan saya yakinkan dan saya pastikan ada kerugian negara, kita tidak bicara salah atau benar," kata Eddy Mulyadi‎ dalam video wawancara, Jakarta, Sabtu (02/07/2016).

 "Kenapa ada kerugian negara, penyimpangannya begitu sempurna‎. Jadi kalau penyimpangannya tidak ada, kita bilang ada kerugian negara, itu ngaco," kata anggota III BPK RI itu.

Bahkan, katanya, dirinya juga pasang badan kepada Presiden Jokowi bahwa pembelian lahan RS Sumber Waras ada penyimpangan.

"Kalau ada penyimpangan dan penyimpangannya sempurna, saya jamin karena saya ikut mengkoordinasikan pemeriksaannya, bukan kehendak saya, kehendak sidang badan (BPK) memberi dan memerintahkan saya jadi koordinator investigasi, bukan cuma DKI Jakarta, jadi gak ada unsur politisnya," tegas Eddy Mulyadi.

Prof Dr Eddy Mulyadi Soepardi merupakan salah satu pimpinan BPK periode 2014-2019. Sebelum menjabat sebagai pimpinan BPK, ia bertugas di BPKP Perwakilan DKI Jakarta.

Berikut video penjelasan Eddy Mulyadi terkait bembelian RS Sumber Waras itu.


Sumber : rimanews

Subscribe to receive free email updates: