Ahok Terima Rp6 Miliar dari Agung Podomoro, Prof Romli: itu Gratifikasi!


FAKTANEWS.NET - Menanggapi perihal Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga menerima uang sebesar Rp6 miliar dari PT Agung Podomoro Land untuk menggusur kawasan lokalisasi Kalijodo, Direktur Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik (LPIKP), Prof Romli Atmasasmita mengatakan hal tersebut merupakan bentuk gratifikasi.

“Itu sudah lebih dari cukup (bentuk gratifikasi). Reklamasi itu saya lihat kalau Sanusi di OTT itu karena suap sebetulnya sama saja. Contohnya, kenapa Pemda terima Rp6 miliar dari swasta. Itu garatifikasi alasan apapun, tujuan apapun prosedurnya melanggar UU,” ujar Romli, Jumat (3/6), sebagaimana dilansir Okezone.

Meski demikian, Guru Besar Universitas Padjajaran itu enggan bicara lebih jauh apakah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda tentang reklamasi Teluk Jakarta. Hal tersebut dia serahkan sepenuhnya ke KPK.

“Kata KPK kan setelah hari raya (lebaran) mereka akan bicara dan kita tunggu saja. Saya enggak mau mendahului mereka,” ‎tandasnya usai acara seminar dan Bedah Buku ‘Sisi Lain Akuntabilitas KPK dan Lembaga Pegiat Anti Korupsi: Fakta dan Analisis’ di Unversitas Bung Karno, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016).

Romli mengaku, telah membuat satu kajian hukum untuk ‎memastikan mantan Bupati Belitung Timur itu bersalah lantaran menerima uang dari pihak pengembang proyek reklamasi yang digunakan untuk menggusur warga di kawasan Kalijodo.

“Saya sudah punya kajian tapi tidak mau mendahului KPK. Biarkan mereka bekerja dengan benar dan tidak dipengaruhi siapa-siapa. Nanti kita lihat declaire seperti apa mereka,” imbuhnya.

Sumber : okezone

Subscribe to receive free email updates: