Netizen Dan BMI Heboh ! Diluar Negeri Jokowi Dihina Juga, Ini Isinya



FAKTANEWS.NET - Warga negara Indonesia  yang berada di luar negeri, kini kembali di terpa kabar yang tidak sedap. Akibat ulah dari beberapa warga Indonesia, seluruh komunitas warga Indonesia pun kini harus menanggung malu.

Hal ini terjadi dengan komunitas warga Indonesia yang sepertinya berada di Singapura. Mereka saling berdebat dengan warga negara lainnya yang telah menghina dan memperburuk citra orang Indonesia.

Dari berita yang beredar di kalangan Netizen, ini sepertinya imbas dari penangkapan seorang House Keeper asal Indonesia yang telah membunuh seorang Balita, anak dari keluarga majikannya. Kasus ini memiliki dampak yang cukup serius dan signifikan bagi mereka para pekerja asal Indonesia.
Atas peristiwa itu seluruh warga Indonesia pun harus menanggung malu. Karena ulah satu dua rekannya sesama BMI, yang bertindak sangat tidak senonoh atau bertindak kriminal, seluruh warga Indonesia pun harus kena getahnya.

Seorang Netizen lalu mengunggah capture yang jelas-jelas telah menghina negara dan Presiden Republik Indonesia, "Mereka menghina negara dan President kita. Share dan tindak lanjuti," kata pengguna akun Facebook Diana Petra.

Hal ini tentu mengundang beragam reaksi dari Netizen lainnya. Mereka menyayangkan tindakan para pengguna media sosial yang tidak bijak dalam mengeluarkan pendapat, ataupun berbicara di jejaring sosial  seperti Facebook.


"Iki piye ? Segala sesuatu pasti ada positif negatifnya, jaga omongan lebih baik karena media sosial sekarang Penjajah paling canggih. Jangan sampai omongan kita membunuh kita sendiri," tulis akunMela Loppe Wedangkopi, menanggapi.

Sebelumnya, Netizen juga sempat di hebohkan oleh video karaoke Smule, yang di unggah ke ranahinternet. Video ini begitu menggemparkan karena kelakuan seorang Singers yang berkaraoke sambil melakukan hubungan intim.

Hingga saat ini, masalah penghinaan terhadap kepala negara Indonesia ini masih menjadi perdebatan hangat bagi para BMI di luar negeri. Banyak dari mereka yang kemudian menginginkan agar kasus ini di bawa atau di proses secara hukum.

Tak bisa di pungkiri bahwa para BMI juga menyumbang Devisa yang cukup besar bagi negara. Uang yang di kirim ke keluarga mereka di kampung halamannya masing-maaing, tentu akan sedikit membantu roda perekonomian bangsa Indonesia.

Namun begitu, kelakuan dari sebagian mereka yang seolah tidak lagi memiliki moral dan etika, tentu membuat prihatin kita semuanya. Hal ini pula yang kemudian membuat pemerintah berniat penghentikan pengiriman pekerja Non Formal ke luar negeri.  BBDLV/TM


Sumber : soeara rakjat

Subscribe to receive free email updates: